Share: TTHL

TTHL adalah singkatan dari The Things Happening Lately. Yang kulakukan adalah menceritakan kejadian akhir-akhir ini, dan, kisah nyata.

Karena Share:TTHL ini-lah aku memutuskan untuk menyimpan identitasku sebagai Not-A-Top-Secret.

Aku membuat Share ini agar tidak terlalu menjadi depresi sebagai seorang “Anti-social Otaku Freak and Semi-Fujoshi”. Tidak tahu artinya, tidak apa-apa. Selalu ada kawan dumay sang dukun, Mbah Google yang 17 Agustus lalu merayakan kemerdekaan Indonesia.

Ada yang tidak tahu Google merayakan kemerdekaan Indonesia? Bukti:

Google_doodle_17AUG

 

If we go back to the topic,

Aku berbicara dengan Ibuku setelah status BBM yang membuat keluargaku panik. Rasanya melegakan, berbicara dengan Ibuku, mendiskusikan tentang ‘tantangan hidup’ karena di tempat tinggalku, semuanya begitu datar dan tidak berubah. Dan solusi Ibuku adalah jadwal les setiap Sabtu-Minggu ke kota yang berjarak sekitar 29 km dengan tempat tinggalku, tanpa ada jalan tol dan jalan aspal rusak yang dihiasi pemandangan sawah, dengan udara super-debu diselingi…, pup kuda.

Di tempat tinggalku ada delman-delman jorok dengan kuda kurus kering, omong-omong.

Pada hari Minggu, 25 Agustus, aku pergi ke Jakarta bersama Ibuku dan Ayah Angkatku. Dan membolos pada Hari Senin. Senang, memang, tapi disini pada hari Rabu malam, 28 Agustus, aku duduk sendirian.

Bukan masalah aku sendirian. Sejak dulu-dulu-dulu aku sering sendirian. Bedanya, dulu-dulu-dulu kakakku selalu ada menemani di rumah sementara sekarang aku benar-benar sendirian.

Secara teknis jika kita lihat dari segi rumah, aku tidak sendirian. Rumahku menempel dengan rumah nenekku dan di belakang rumah nenekku ada rumah lain, rumah sepupuku. Tetap saja, di area rumahku, aku sendirian.

Rasanya aku membicarakan hal dramatis. Membicarakan tentang ‘sendirian’ selalu membuatku ingat pada salah satu episode Spongebob Squarepants yang menceritakan tentang sebuah mesin waktu, dan Squidward berada di sebuah ruang waktu yang sepenuhnya putih, lega karena sendirian–dan tiba-tiba saja banyak tulisan ‘Alone’ memenuhi ruangan itu.

Mimpi burukku, kuakui. Aku pernah bermimpi seperti itu.

 

Segini saja? Tidak, tentunya. Ada beberapa hal pribadi lain yang tidak terlalu ingin kuceritakan. Lain kali.

Terimakasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s